Minggu, 22 Januari 2012

Polres Kotabaru Sita Miras


MIRAS IMLEK DISITA POLRES

KOTABARU – Apes, itulah nasib Andre warga Jl Veteran Kotabaru. Miras yang katanya akan dia gunakan untuk acara imlek nanti, habis disita oleh Polres Kotabaru dari Satuan Narkoba dan Sabara, Rabu (18/01). Tercatat sektar 13 krat bir atau sekitar 500 kaleng, miliknya sekarang sudah diamankan di ruang penjagaan Polres Kotabaru.

Kasat Narkoba Iptu Tukiman mengatakan kepada Radar Banjarmasin kalau mereka mendapat laporan dari warga tentang adanya peredaran miras di Hotel Cristal Jl Veteran Kotabaru. Mendapati laporan tersebut pihaknya bersama Satuan Sabara yang dipimpin Kasat Sabara Akp Ruslan Gunarjo sekitar jam 13.30 segera menggerebek hotel, dan didalam gudang ditemukan tumpukan bir sebanyak 11 krat.

Ketika ditanya, pemillik Hotel, T (65), mengatakan kalau bir itu adalah milik A yang dititipkan di Hotel. Dan berdasarkan keterangan tersebut, polisi lantas pergi kerumah Andre , dimana disana ditemukan lagi 3 krat bir (1 krat sekitar 24 kaleng, Red).

Adapun A sendiri dalam pengakuannya mengatakan kalau bir itu disediakan untuk acara Imlek nanti, dan untuk kalangan sendiri, tidak untuk dijual. “Bir itu hanya untuk Imlek, sekedar meramaikan suasana nanti,” ujarnya.

Namun Phl Sat Narkoba Aiptu Riatman Purba beromentar bahwa tindakan A itu diduga telah melanggar Perda No 6 pasal 2 tahun 2004 tentang Miras, dimanaa baik yang mengkonsumsi atau yang mengedarkan akan dikenakan ancaman hukuman maksimal 6 bulan penjara dan denda sebanyak Rp5 juta.

Disisi lain Kapolres Kotabaru, AKBP Rosyanto Yudha Hermawan, memebenerkan penangkapan yang dilakukan anak buahnya itu. Dan kasus masih dalam penyidikan untuk mencari tahu apakah benar bir milik A itu hanya untuk Imlek atau juga dijual kepada masyarakat umum. (mr-119)

Nelyan Kotabaru Ditawarkan Bantuan Ratusan Juta Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru

NELAYAN, MASUKKAN PROPOSAL SERATUS JUTA MENANTI

KOTABARU – Nelayan Kotabaru boleh bergembira tahun ini, pasalnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir TaliB MAP, mengatakan kepada Radar Banjarmasin (16/01) bahwa tahun ini pihaknya akan dikucurkan dana sebesar Rp2 milyar dari Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan 20 kelompok nelayan di Kotabaru lewat program P2HP (Pengolahan Pengembangan Hasil-Hasil Perikanan).

Sehingga nanti dana sebesar itu akan diberikan masing-masing Rp100 juta perkelompok nelayan yang mengembangkan usaha penangkapan ikan. Adapun kelompok yang akan diberikan nanti, melihat hasil dari proposal mereka dan keadaan yang ada dilapangan. “Jadi nanti kita akan lihat semua proposal permohonan nelayan yang masuk, dan juga akan ditinjau dilapangan, setelah itu akan kita buat peringkat prioritas,” ujarnya.

Hal itu dilakukan, katanya, karena potensi kelautan Kotabaru yang sangat besar, hingga program-program yang sifatnya untuk meningkatkan pendapatan nelayan harus terus dilakukan, demi terelisasinya visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru yakni mewujudkan daerah Kotabaru sebagai penghasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) terbesar di Kalimantan dalam hal hasil perikanan dan kelautan.

Dana itu nanti, tambahnya, akan diberikan kepada kelompok nelayan tanpa dipotong biaya apapun, jadi kelompok murni akan menerima dana sebesar Rp100 juta, bahkan materai untuk pencairan dana tidak akan dibebankan kepada kelompok tapi itu akan disediakan oleh dinas. “Dan kalau ada pihak kami yang memungut dana tambahan kepada kelompok, silakan lapor langsung kepada saya,” tegasnya.

Jadi dia sangat menyarankan agar kelompok nelayan Kotabaru khususnya yang berusaha dalam bidang penangkapan agar bisa mengajukan permohonan bantuan usaha, dengan cara mengusulkannya lewat proposal, sesegera mungkin. Karena sebagai putra daerah Kotbaru, dia telah bersaha maksimal dalam memberikan peyanan kepada nelayan Kotabaru, dan untuk dana bantuan kali ini Kabaputen Kotabaru menerima dana paling besar dibanding daerah-daerah lain di Kalsel.

Di akhir wawancara dia berpesan kepada masyarakat nelayan Kotabaru agar jangan segan untuk berdialog dengan pihak dinas terkait segala macam problematika terkait masalah modal. Pihak dinas, ujarnya, akan berusaha membantu mengembangkan taraf pendapatan para nelayan, dengan cara memberikan rekomendasi kepada bank bagi warga yang ingin meminjam dana di bank, sehingga dengan adanya rekomendasi dari dinas biasanya bank akan mau memberikan pinjaman. Sebab dia juga mengakui bahwa bantuan-bantuan pemerintah tentu belum bisa mencukupi semua tuntutan dari nelayan Kotabaru. (mr-119)

Pemancing Kotabaru Tewas Tenggelam

GARA-GARA KAKAP NYAWA MELAYANG

KOTABARU – Siang Kamis (19/01), sekitar jam 11.00, Pelabuhan Panjang geger oleh kerumunan dan jerit histeris warga. Pelabuhan yang tidak terlalu besar itu tumpah ruah olah masa, sementara kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan tampak oleng karena dipadati warga yang menyaksikan detik-detik mayat Erly Effendy (35), diangkat dari dasar laut.

Berdasarkan keterangan ayahnya, Yansah, Erly yang warga RT 12 Jl Antasan Kuin Kecamatan Pulau Laut Utara dan sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Warung Selma, tenggelam di laut bawah Pelabuhan Panjang sekitar jam 01.00 malam (19/01). Dimana saat itu, katanya, Erly sedang memancing ikan bersama temannya, Gusti Rakhmadi.

Saat sedang asik-asiknya memancing, tiba-tiba umpan Erly dipatuk ikan. Ikan itu, cerita ayah Erly, sangat kuat menarik nilon sehingga Erly memutuskan untuk menyelaminya. Dia pun lantas membuka pakaiannya, hingga tinggal bercelana dalam saja, turun ke dinginnya laut, sementara Gusti memegang nilon dari atas jembatan.

Tidak lama menyelam, Erly menyembul kepermukaan, sambil tangannya menggenggam ekor ikan kakap yang memang sangat besar. Saat itu dia, katanya, sempat berujar gembira karena kebehasilannya. “Nah, liat aku dapat iwak ganal,” ujar ayahnya menirukan ucapan anaknya.

Namun ikan itu ternyata sangat kuat, dan berhasil melepaskan diri. Kira-kira penasaran ingin mendapatkan ikan kakap besar, dia pun lantas kembali menyelam. Nah, saat menyelam yang kedua kalinya itu, Erly yang sudah pisah dengan istrinya ini dan mempunyai seorang anak umur 3 tahun, tidak muncul-muncul lagi.

“Aku sudah melarangnya memancing, tapi dia keras kepala. Katanya, dia bermimpi ada melihat sumur yang banyak ikannya, dan itu dia percaya sebagai tanda akan dapat ikan besar kalau memancing,” ujar ayahnya lagi dengan sedih.

Sementara dari keterangan anggota Tim Basarnas, Adi, korban diduga ada terantuk tiang kayu ulin pelabuhan, karena pada malam itu arus laut sangat kencang. Akibatnya, korban yang diakui oleh keluarganya pandai berenang ini, diperkirakan pingsan setlah terantuk dan kehabisan oksigen di dasar laut. Itu didukung dari keterangan nelayan tradisional, Usman, yang pertama kali melihat mayat, mengatakan kalau posisi mayat dalam keadaan tertelungkup di dasar laut.

Kasat Pol Air Akp Rokhmadi saat ditemui Radar Banjarmasin membenarkan cerita itu, dan menambahkan kalau Penemuan mayat Erly, berhasil dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim Basarnas Kotbaru, Pol Air dan 6 orang penyelam tradisional Kotabaru. Penemuan itu sendiri, diawali dengan kerja keras tim baik di dalam laut dengan menggunakan perlatan selam, juga dengan menyisir daerah laut dalam radius hingga 500 meter dari titik jatuh korban, mulai dari puku 01.00 malam (19/01) sampai keesokan harinya ketika mayat telah ditemukan.

Para pemancing yang sore sehabis kejadian ditemui Radar Banjarmasin, mengakui kebiasaan menyelam ketika umpan dimakan ikan kakap besar sering dilakukan mereka yang jago berenang. Sebab, umumnya nilon yang digunakan tidak terlalu kuat, hingga bila ditarik secara paksa ada kemungkinan putus, juga di bawah jembatan banyak sekali kayu, dan sangat menyusahkan untuk menarik ikan secara manual. “Kalau dapat ikan besar, kalau tidak diselami rasanya gimana gitu, penasaran, mas,” ujar Iwan seorang pemancing sambil melemparkan mata kailnya ketengah laut.

Belum lagi dengan kenyataan bahwa mendapatkan ikan besar bisa membuat isi kantong pemancing bertambah. Dipasaran sendiri, harga ikan kakap satu kilonya Rp25 ribu. Dan ikan kakap yang sempat dipegang ekornya oleh Erly, diperkirakan berbobot 7 kilo ke atas. Maka, pemancing di pelabuhan Kotabaru pun merasa bahwa meninggalnya korban adalah takdir, sedang mereka tetap harus melanjutkan pekerjaan harian itu, baik hanya sekedar hobi atau mencari tambahan nafkah buat keluarga. (mr-119)

Sabtu, 21 Januari 2012

51 Ton Pisang Sulawesi Serbu Kotabaru

Pedagang Sulawasi bongkar pisang
SEMINGGU 51 TON PISANG DARI SULAWESI KE KOTABARU

KOTABARU – Sedikitknya dalam seminggu 51 ton pisang dari Polewali Mamasa Sulawesi Barat masuk ke pasar harian Kotabaru. Itu dikatakan oleh Jamal, seorang penujual pisang asal Sulawesi, beberapa hari yang lewat kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengaku kalau dalam seminggu bisa 3 kali membawa pisang, dimana sekali membawa kapalnya bisa memuat pisang sebanyak 17 ton, dan itu dijual kepada pedagang pisang di Kotabaru.

Selanjutnya dia menceritakan kalau dalam 17 ton dia menghabiskan dana sekitar 30 juta rupiah, mulai dari membeli pisang dari para petani di Sulawasi hingga ongkos perjalanan sampai ke pelabuhan Kotabaru.

Dan ketika sampai di pelabuhan maka itu menjadi pekerjaan pembeli yang sudah menanti kapalnya merapat, mengangkat pisang dari pelabuhan ke dalam pasar. Saat semua itu selesai, dia mengaku bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp10 juta.

Sedangkan ketika Radar Banjarmasin menanyakan hal itu kepada para pedagang pisang di pasar, mereka memang biasa membeli pisang dari Sulawasi tersebut, karena untuk produksi lokal petani Kotabaru belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Praktis, untuk memenuhi kebutuahan pasar, mereka membeli dari luar daerah. Dan disamping itu, mereka juga menambahkan alasan dalam memilih buah pisang dari Sulawasi salah satunya karena harganya yang bersaing dengan pisang lokal.

“Terkadang ulun lebih memilih pisang dari Sulawasi karena harganya yang murah. Beberapa hari yang lewat, ulun membeli satu tandan pisang dari Gedambaan itu Rp8 ribu, sedangkan yang dari Sulawasi hanya Rp7 ribu,” ujar Hamdah seorang pedagang pisang di pasar Kotabaru.

Menurut para pekerja di pelabuhan yang sempat ditemui Radar, didapat keterangan kalau selama ini masuknya buah-buah dari luar daerah di Kotabaru lebih mudah dan murah sebab perairan Kotabaru yang langsung bisa dicapai dengan efisisen baik dari daerah Jawa maupun Sulawasi. Kata mereka, hanya dengan kapal kecil para penjual dari Sulawasi dan Jawa sudah bisa membawa barang mereka masuk ke Kotabaru.

Bandingkan, tambah mereka, kalau para petani buah dari dareah Pulau Laut Barat. Mereka terkadang seharian baru sampai ke Kotabaru sebab keadaan jalan yang kurang memadai, sedangkan para pedagang dari Sulawasi hanya memakan waktu sehari semalam berlayar untuk mencapai pelabuhan pasar Kotabaru. Sedangkan seperti diketahui jumlah produksi di Sulawasi memang lebih banyak daripada Kotabaru. (mr-119)

Durian Kotabaru Prosuksinya Berkurang

PRODUKSI DURIAN KOTABARU BERKURANG

KOTABARU – Tahukah anda kalau salah satu para penjual durian di Kotabaru tahun ini mengeluh akan produksi durian lokal. Pasalnya, kata mereka produksi durian tahun ini menurun dibanding tahun kemarin, sehingga mau tidak mau penjual durian di pasar menaikkan harga.

Kata sebagian penjual penyebab dari berkurangnya durian adalah karena buah durian di kebun petani banyak diserang tupai. “Sekarang durian banyak yang diserang tupai, makanya para petani durian tidak terlalu banyak mempunyai buah,” ujar Wati seorang penujual durian di Kotabaru.

Dia sendiri selama ini mengaku membeli durian dari Kecamatan Tanjung Batu, karena pasokan buah di daerah seputaran Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru sangat kurang, dan juga kualiatas buahnya tidak sebaik dengan kualitas buah di Kecamatan Tanjung Batu.

Dan itu juga diakui oleh para pembeli durian yang dijumpai Radar Banjarmasin. Mereka mengatakan kalau penjualan durian tahun ini tidak semarak tahun kemarin. “Kalau tahun kemarin, mas, para penjual durian di jalan daerah Desa Selino banyak di pinggir jalan, mereka manjual buah dengan cara membuat pondok-pondok, dan saking banyaknya penjual buah maka kita seperti masuk dalam pasar. Sekarang penjualnya sedikit, hanya satu dua yang kita jumpai di pinggir jalan,” ujar Saripuddin warga Pulau Laut Barat.

Sedangkan ketika Radar Banjarmasin mengujungai para pekebun di Kotabaru yang mempunyai pohon durian, mengatakan kalau kurangnya durian tahu ini memang disebabkan dari serangan tupai. Di satu sisi, menangkal serangan tupai ini sangat sulit, tidak semudah kala pohon yang diserang tupai adalah pohon kelapa. “Susah mas, kalau pohon kelapa, kan, kita bisa melingkarkan seng disekeliling batang. Nah, kalau pohon durian batangnya sangat besar, belum lagi ranting-rantingnya yang bercabang kemana-mana, jadi walaupun dipasangi seng akan sia-sia saja,” ujar Samsul.

Namun lain lagi dengan keterangan Siti Julaikha. Dia yang mempunyai pohon durian di Desa Sekandis Kecamatan Pamukan Selatan mengatakan kalau berkurangnya buah durian berkurang karena gerhana bulan yang terjadi pada bulan Desember 2011 tahun kemarin. Katanya, karena gerhana tersebut maka bunga-bunga durian, dimana nanti akan menjadi buah, habis berguguran. (mr-119)

STIKIP Paris Barantai Kotabaru Ringankan Biaya

STIKIP BERI KELONGGARAN PADA MAHASISWA

KOTABARU – Dalam peraturan Dikti, disebutkan bahwa bagi universitas swasta pembayaran iuran mahasiswa dibawah Rp1,5 juta akan membuat kampus mengalama perkembangan finansial yang kurang sehat, namun STIKIP Paris Barantai berani mengabaikan hal tersebut dengan memberikan beban iuran satu semester unutk mahasiswa sebesar Rp1,25 juta.

Itu dikatakan oleh Ketua Pembantu 2 STIKP Paris Barantai Kotabaru, Rony Safrtiansyah, kepada Radar Banjarmasin beberapa hari yang lewat dikantornya. Dalam pertemuan itu dia mengaku bahwa meski memang kalau dalam menetapkan peraturan pembayaran mahasiswa dibawah standar akan membuat perkembangan kampus menjadi lambat, namun itu ditetapkan dengan menimbang segi perokonomian orang tua mahasiswa sendiri yang kebanyakan bukan dari kalangan berada.

Meski sudah demikian, dari wawancara Radar Barnjarmasin masih banyak mahasiswa STIKIP yang menunggak pembayaran, bahkan ada yang sampai satu semester. Sebut saja Randi, mahasiswa STIKIP jurusan Penjaskesrek, kepada Radar dia mengatakan kalau sudah satu semester nunggak pembayaran. “Ya, mau gimana, orang tua saya saja kesulitan makan di rumah, apalagi membayar uang semester,” ujarnya masgul.

Para mahasiswa lainnya yang menunggak juga mempunyai alsan sama. Ada memang sebagian dari mereka berusaha memenuhi kewajiban tersebut dengan cara bekerja sampingan, sehingga praktis mereka kuliah sambil kerja. Sayang, katanya, uang bayaran dari tempat bekerja hanya cukup menutupi kebutuhan sehari-hari.

Meyikapi hal tesebut, Rony mengatakan kalau pihak kampus sendiri memberikan kelonggaran keapada mahasiswa besangkutan dengan cara melaporkan permasalahan kepada pihak kampus, dan kalau memang alasan yang diberikan memang dianggap patut ditolerir, biasanya pihak kampus akan memberikan tenggat waktu sampai mahasiswa bisa melunasi tunggakan.

Maka dari itu pihak kampus sendiri menyadari kalau menerapkan aturan pembayaran seperti yang dikatakan Dikti, rupanya sulit diterapkan di kampus. Sedangkan menerapkan biaya dibawah standar saja masih banyak mahasiswa yang nuggak apalagi kalau dinaikkan dari tarif yang sekarang telah diberlakukan. Dan akibatnya, kata Rony, pembangunan kampus dalam hal sarana prasarana agak terlambat dari waktu yang diharapkan. (mr-119)

Anak Pelajar Kotabaru Hampir Bunuh Bayi

ANAK SEKOLAH MELAHIRKAN, NYARIS BUNUH BAYI
KOTABARU – Salah satu instansi sekolah di Pulau Laut Utara Kotabaru, tadi pagi, Selasa (10/01) dibuat geger dengan adanya laporan bahwa salah satu sisiwinya hamil diluar nikah, dan diduga hampir membunuh bayinya sendiri karena melahirkan di WC dan meninggalkannya begitu saja.

Mendapati kabar diluar dugaan tersebut, pihak sekolah pun langsung menuju lokasi kejadian di Jl Berangas Baharu Utara Kecamatan Pulau Laut Utara. Disana pihak sekolah akhirnya mendapat kesaksian bahwa memang salah satu siswinya telah melahirkan di WC tempat kosnya, hari Senin (09/01) sekitar pukul 11.00 siang.

Radar Banjarmasin yang saat itu juga berada di lokasi kejadian sempat berbincang-bincang dengan saksi mata, sebut saja Aco (bukan nama sebenarnya). Dia mengatakan kalau sepulang kerja dari Pom Bensin dekat rumahnya, dia berencana membersihkan sepeda motor. Saat dia hendak mengambil selang di belakang dapur salah satu tetangga kosnya, dia mendengar suara tangisan bayi.

“Suara tangisan bayi itu tedengar terus mas, saya takut sekali, sedangkan tetangga saya (Ibu dari bayi, Red) sedang tidak ada, jadi saya sendiri waktu itu. Padahal setau saya, kami 3 pintu kos-kosan tidak ada yang punya bayi. Setelah lama, saya coba berani, membuka seng dapur tempat suara tangisan kedengar. Tiba-tiba, mas, saya kaget, sampai-sampai mau copot jantung saya, masalahnya dari lubang seng dapur yang saya buka, keliatan di WC bayi kecil berlumuran darah,” ujarnya memberikan kesaksian.

Tidak mampu lama-lama menyaksikkan pemandangan bayi tergolek dengan lumuran darah, dia pun segera berteriak secara spontan, tolong…tolong, katanya. Karena teriakannya salah seorang warga akhirnya datang, dan bergegas membawa bayi ke RSUD (Rumah Sakit Umum Kotabaru). Dan ketika Radar Banjaramasin mencoba mengkonfirmasi pihak rumah sakit, maka ditemui disana bayi masih dalam perawatan medis, sedang menurut keterangan dokter, kondisi bayi dalam keadaan baik.

Sedangkan ketika Radar Banjarmasin mencoba mencari keterangan ke pihak kepolisian Resort Kotabaru bagian Reskrim, maka petugas disana tidak bisa memberikan komentar dulu, karena kasus sedang dalam penyidikan. Sementara Ibu dari bayi masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Kemala Polres Kotabaru, dan belum diperbolehkan untuk ditemui.

Dengan adanya kenyataan tersebut, pihak sekolah pun tidak bisa berbuat banyak selain dari memberikan surat pemberhentian kepada siswinya itu. Ketika ditanya apakah ini sering terjadi, pihak sekolah menjawab bahwa jarang di sekolahnya kasus seperti ini terjadi. “Kami sudah berusaha maksimal dalam mendidik anak dan memberikan wejangan. Ya anggaplah kali ini kami kecolongan, karena tidak semua buah yang kita beli di pasar itu bagus, bisa ada saja salah satu yang berulat,” ujar salah satu guru yang enggan namanya disebutkan.

Lebih lanjut, dia mengharapkan agar pihak orang tua lebih ketat lagi mengawasi pergaulan anak-anaknya. Karena, katanya, zaman sekarang ini sangat canggih, informasi bisa didapatkan dengan mudah, bahkan situs-situs porno dengan mudah diakses oleh anak-anak sekolah lewat media handhphone.

Memang, nyatanya, pihak pemerintah sudah menutup sebagian situs-situs amoral tersebut, hanya sayang masih banyak alagi alamat-alamat di internet yang dengan mudah di akses kala remaja ingin melihat tayangan-tayangan asusila itu. Jadi wajar, kalau generasi sekarang sangat rentan dengan kasus-kasus seperti hamil diluar nikah.

Belum lagi, berbicara narkoba, ujarnya, kalau sudah masalah itu maka sangat sulit mendidik anak, sebab saraf-saraf di kepalanya mengalami kerusakan sehingga berdampak pada terganggunya perkembangan mental anak didik itu sendiri. “Jadi, memang pada dasarnya tanggungjawab generasi muda bukan hanya ada pada pihak sekolah saja, tapi juga pihak pemerintah dan orang tua,” tegasnya menutup pembicaraan. (mr-119)